Fooders: komunitas kreator kuliner lokal yang dikembangkan, bukan cuma dipakai.
“Tempat makan enak di kotamu layak ditemukan. Kreatornya layak dikembangkan.”
Dari lokal ke nasional, pelan, tapi jelas jalannya.
Setiap kota punya tempat makan yang enaknya nggak masuk akal tapi sepi, karena nggak ada yang cerita. Dan setiap kota punya kreator konten yang jago tapi jalan sendiri-sendiri, tanpa arah dan tanpa yang ngembangin.
Fooders mempertemukan keduanya.
Untuk kreator: dilatih, diarahkan, dapat proyek
Kebanyakan "komunitas kreator" cuma daftar nama yang disewakan ke brand. Fooders beda cara mainnya: dibangun oleh agency, dijalankan oleh community manager bersertifikat, jadi kreatornya dilatih, diarahkan, dan dapat proyek yang jelas briefnya.
Belajar bikin konten kuliner yang bener-bener jalan
Proyek dari brand lokal, dengan brief dan bayaran yang jelas
Naik bersama komunitas, bukan sendirian
[FEBY: confirm kota aktif, mis. Sukabumi, Labuan Bajo, dan cara gabung]
Untuk brand F&B dan hospitality: tim kreator lokal yang dikelola
Sewa influencer satuan itu untung-untungan: hasil nggak konsisten, brief sering meleset.
Fooders menawarkan cara lain: tim kreator lokal yang kami kembangkan dan kelola sendiri, dengan sistem testing untuk menemukan konten mana yang benar-benar bekerja untuk brandmu, sebelum budget besar keluar.
Sistem pengembangan talenta di belakangnya sama dengan yang dipakai Savonia Social.
[FEBY: confirm paket merchant / retainer]
Jawaban cepat
Apa itu Fooders?
Fooders adalah komunitas kreator konten kuliner lokal di Indonesia, dibangun oleh agency dan dijalankan oleh community manager bersertifikat. Kreator dikembangkan lewat pelatihan dan proyek nyata dari brand F&B lokal.
Apa bedanya Fooders dengan sewa influencer biasa?
Influencer satuan disewa per post, hasilnya untung-untungan. Fooders mengelola tim kreator yang dilatih sendiri, dengan sistem testing konten, jadi brand tahu konten mana yang bekerja sebelum budget besar keluar.